Tips Mengajarkan Anak Mengelola Uang

Tips Mengajarkan Anak Mengelola UangDari Dompet Pintar ~ Garda Oto Jakarta | Anak kecil jangan pegang uang banyak-banyak. Itu nasihat yang jaman dulu. Sekarang sudah nggak berlaku karena kita justru harus mulai mengajarkan si kecil mengelola uang sejak dini.

Belum lama ini perencana keuangan mandiri dari QM Financial, Ligwina Hananto melalui akun twitternya @mrshananto memberikan kultwit dengan tagar #KidsNMoney. Dalam pemaparannya Ligwina menyatakan konsep dan pengelolaan uang yang sesungguhnya harus dikenalkan sedini mungkin.

Hal ini bertujuan agar anak terbiasa untuk mengambil keputusan dan mengelola uang yang dimilikinya dengan tepat. ” Jadi… salah satu yang penting dari belajar tentang uang : belajar ambil keputusan 🙂 Mulai dengan uang saku,” kicaunya. Caranya? “2 alat yang bisa dipakai untuk perkenalkan uang pada anak : uang saku (bukan uang jajan ya) dan angpau hari raya,” tuturnya.

Beda dengan uang jajan, bagi Ligwina uang saku yang diberikan kepada anak perlu dibagi menjadi tiga pos, yakni pos belanja, menabung, dan beramal.  Ligwina mencontohkan melalui pengalamannya dengan anak sulungnya Azra yang telah menerima uang saku setiap hari Jumat saja sebesar Rp10 ribu sejak masuk SD. Si sulung senang sekali punya uang saku.
foto: freedigitalphotos.net

Namun lucunya, saat pulang sekolah, Azra justru kehausan karena uang sakunya ia habiskan untuk membeli 3 kue cokelat tanpa bisa membeli air minum. Ligwina pun mengajarkannya, “Az, coba dipikirin lagi mau beli apa aja,” cuitnya.

Hasilya di pekan ke-2, Azra kecil mulai sibuk memilih kue coklat kesukaannya dan air minum sehingga ada yang bisa ditabung. Atau pernah saat Azra ingin membeli kue donat, Ligwina pun memberikan pilihan, donat A  seharga uang sakunya atau donat B yang lebih murah dan sisa uannya bisa dibelikan majalah.

“Mas Azra akhirnya memilih beli Donat B karena senang bisa beli majalah juga. Dia pun bilang sama Ayahnya : Itu namanya Planning Yah! #KidsNMoney” cuit Ligwina.

Dengan konsep berbelanja yang tepat,Ligwina menilai anak akan belajar mengenai konsep tawar menawar, menghargai nilai uang, mengapresiasinya, serta berbagi melalui konsep amal yang tepat.

Sejak usia kapan?
Menurut Ligwina mengajarkan anak mengenai pengelolaan keuangan yang baik perlu diajarkan secara bertahap. Ia mencontohkan soal pemberian uang saku, Ligwina sendiri memilih untuk memberikan secara bertahap.

“Azra Dena mulai kelas 1 SD hanya tiap Jumat. Azra sekarang kelas 1 SMP, akan dapat mingguan.” Besarnya pun relatif. “Tergantung anak dan sekolahnya. Azra Dena dulu mulai dengan Rp10ribu tiapJumat saja di kelas1 SD. Kelas 4 SD naik Rp20ribu.” Cuitnya.

Lalu bagaimana si kecil dalam usia balita? Perlukah diberikan uang saku juga? Menurut Ligwina sebenarnya, anak balita belum perlu memegang uang saku. Namun tak berarti mereka tak perlu mendapatkan pengenalan konsep uang.

Ligwina mencontohkan putri bungsunya Demi yang baru berusia 2,5 tahun. Saat ia “bagi-bagi” uang saku kepada kedua kakaknya tiap hari Jumat, si kecil pun ikut-ikutan ingin dibagi.

“Untuk yang anaknya masih ncil-ncil seperti Demi, sudah perlu juga kenalin #KidsNMoney tapi baru di tahap konsep. Tenang aja. Mereka juga tahu uang lho!”
“Demi baru 2,5 tahun. Dia ngerti tentang ‘beli-beli’, ‘minta du-wit’ sama ‘ke warung yuk!’”

Lalu bagaimana ya cara yang tepat untuk mengajarkan konsep uang? Ligwina mengaku punya cara jitu yakni dengan sering-sering mengajak si kecil ke pusat perbelanjaan.  “Anak balita ya belum perlu pegang uang. Tapi dia kan terlibat dalam proses kegiatan yang ada uangnya. Seperti belanja grocery.” Cuitnya.

Ia menambahkan, “Balita perlu dikasih lihat kalau gak semua yang ada di toko harus dibeli kan? Suka lihat orang dewasa yang semua mau dibeli kan”

Nah, ternyata pengenalan uang sejak dini penting bukan? Yuk mari kenalkan konsep uang dan pengelolaanya yang tepat kepada si kecil.

Sumber: http://www.dompetpintar.com/article/r1pj/tips-mengajarkan-anak-mengelola-uang

Share gardaotojakarta.com
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *